burung perdamaian hati

burung perdamaian hati

Rabu, 03 November 2010

6.Iman

Keluarga kristen percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menebus dengan darah yang mahal,oleh karena itu dasar keluarga Kristen adalah iman.Iman berbicara mengenai kepercayaan yang utuh kepada Tuhan Yesus, dan tidak bimbang ketika persoalan datang menerpa dalam keluarga tersebut namun semakin kuat dalam bergantung kepada Tuhan.

7.Kasih

Menerapkan kasih dalam setiap aspek kehidupan dalam keluarga dimana semua anggota keluarga saling mengasihi. Kasih ini juga harus diterapkan dalam mendidik anak-anak mereka untuk takut akan Tuhan.Jika anak-anak tidak taat dan bersifat kurang ajar orang tua berhak untuk mendisiplin anak,hajaran dipantat diperbolehkan,asal tidak menghajar selain pantat karena akan menjadikan anak menjadi trauma.Hajaran inipun harus didasarkan oleh kasih, bukan kejengkelan dan kemarahan yang meledak-ledak.Caci maki dan kutukan hendaknya dihindari oleh orang tua sebagai pribadi yang sudah mengenal Tuhan.Kasih dan pengampunan dalam keluarga akan menjadikan keluarga itu solid dan harmonis. (Amsal 13:24)

8. Hidup penuh Roh

Kehidupan yang dipenuhi Roh adalah kehidupan yang menerapkan firman Tuhan dan berjalan dalam kebenaran, dalam hal ini alangkah berbahagianya jika keluarga Kristen hidup dalam kebenaran dan hidup dalam keterbuakaan satu sama lain, tidak penyelewengan seks yang terselubung dengan orang lain (perselingkuhan) dengan ataupun tidak sepengetahuan pasangan karena ini adalah kekejian dimata Tuhan.

Dewasa ini perselingkuhan sangatlah marak dengan adanya istilah "selingan indah" yaitu aktifitas seksual dengan orang lain yang bukan istrinya. Perselingkuhan harus dihindari oleh semua pasangan Kristen dan seharusnya juga oleh semua yang telah menikah.Perselingkuhan ini bisa merusak rumah tangga dan menghambat berkat.(Matius 12:25),(Yeremia5:25)
Selain perselingkuhan, penyembahan berhala,perdukunan, iri hati,amarah dengki, ketamakan,cinta uang,kemabukan,pesta pora,boros, juga harus dihindari karena bisa merusak persekutuan dengan Allah. Keluarga kristen yang harmonis akan mencerminkan buah-buah Roh dalam kehidupan mereka (Galatia 5:22)

9. Komunikasi Dua arah

Komunikasi dua arah, memberi dan menerima.Suami tidak hanya bisa menasehati tetapi juga mau menerima nasehat demikian juga istri dan anak-anak memberi masukan dan mau diberi masukan atau saran.

10.Saling Memberi

Yesus telah memberi Diri-Nya sendiri untuk manusia agar semua yang meneriman-Nya beroleh keselamatan. Teladan kasih ini haruslah menjadi motivator keluarga-keluarga kristen untuk hidup salaing mengisi dan memberi dalam hal kebaikan,kritik membangun dan juga cinta kasih.

Kamis, 29 April 2010

lanjutan keluarga kristen bahagia

4.Keterbukaan

Rahasia ayah adalah rahasia ibu dan anak-anak, demikian pula rahasia ibu dan anak anak adalah rahasia ayah, dalam kata lain tidak ada rahasia lagi diantara anggota keluarga atau keterbukaanlah yang harus diupayakan oleh keluarga Kristen. Hali ini dilakukan dengan membangun komunikasi terus menerus antara ayah, ibu dan anak secara terbuka.
Seringkali masalah yang timbul dari rumahtangga karena tidak adanya keterbukaan dari masing-masing anggota keluarga. Suatu contoh bila ayah punya masalah dipendam sendiri dan suatu waktu masalah itu muncul dengan melibatkan anak dan istri maka akan terjadi pertengkaran dan masalah diantara mereka karena adanya ketidak terbukaan diantara angota keluarga tersebut.

5. Tanggung jawab Pribadi Terhadap Yang lain

Otoritas dalam keluarga ada ditangan ayah sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab untuk melindungi dan memberi nafkah terhadap keluarganya. Ayah yang bertanggung jawab adalah ayah yang selalu melindungi keluarganya yaitu istri dan anak-anaknya dengan doanya tiap hari, bagaimana lututnya begitu keras karena tiap hari berlutut untuk mendoakan keluarganya, serta keringatnya yang mengucur deras karena bekerja keras untuk menghidupi keluarganya.
Istri selain menjadi pendamping suami untuk urusan rumah tangga seperti memasak, mencuci, bersih-bersih rumah, mengasuh anak, juga bertanggung jawab untuk memberi suport dan semangat kepada suami dalam menunaikan kewajibanya sebagai kepala rumah tangga. Istri keluarga Kristen bukanlah "perongrong" yang menuntut ini dan itu kepada suaminya namun menjadi istri yang bijaksana yang selalu tunduk kepada suaminya dan melakukan peranan sebagai ibu rumahtangga dengan baik walaupun ada juga ibu yang bekerja menjadi wanita karier. (Efesus 5:22), (Amsal 31:10)

Selasa, 13 April 2010

10 Dasar Pernikahan Yang Teguh

PERNIKAHAN kRISTEN ADALAH SUATU PERJANJIAN YANG DIBUAT DIHADAPAN ALLAH DAN DIHADAPAN ANGGOTA KELUARGA KRISTEN, DAN HAL INI SANGAT SAKRAL DIHADAPAN ALLAH. APA YANG DIPERSATUKAN ALLAH TIDAK BOLEH DIPISAHKAN OLEH MANUSIA.PERJANJIAN PERNIKAHAN INI ADALAH PERJANJIAN TANPA SYARAT YANG TELAH DIBUAT, PERJANJIAN YANG LEBIH SERIUS,LEBIH MENGIKAT DAN LEBIH PERMANEN DARIPADA PERJANJIAN SAH LAINYA. dALAM PERJANJIAN PERMANEN INI, DIDALAMNYA BANAYK KEPERLUAN DIPUASKAN, KEPERLUAN UNTUK MENGASIHI, KEPERLUAN UNTUK DIKASIHI, UNTUK SALING BERBAGI, JUGA UNTUK HUBUNGAN SEKSUAL YANG MEMUASKAN.
Perkawinan dan menjadi keluarga Kristen haruslah merupakan perjanjian kasih dari kasih Kristus yang telah menyatakan Kasih-Nya kepada keluarga Kristen. Kasih ini adalah kasih yang mau berkorban untuk pasanganya dan untuk keluarganya yang telah menjadi satu daging dan satu kesatuan.
Walaupun untuk hidup dalam bahtera rumah tangga tidaklah semudah yang dibayangkan,karena perlu menghadapi gelombang-gelombang persoalan yang silih berganti menerpa, namun Tuhan Yesus telah menjadi dasar hidup rumah tangga karena kasih-Nya, kemurahan-Nya serta perlindungan-Nya terhadap keluarga Kristen.Hal apa saja yang harus dimiliki keluarga Kristen agar hidup rumah tangganya harmonis dan penuh cinta kasih? Ada sepuluh (10) dasar pernikahan yang teguh (Matius 7:24-27)yaitu sebagai berikut:

1. MENJADIKAN FIRMAN ALLAH SEBAGAI DASAR KEHIDUPAN PERNIKAHAN

Firman Tuhan sebagai pedoman hidup berumah tangga dan menjadikanya nafas kehidupan dengan cara direnungkan, dihayati, serta dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa Firman Tuhan yang menuntun kehidupan rumah tangga Kristen, keluarga tersebut akan hampa dalam menjalani kehidupanya.
Suami sebagai imam dalam keluarga harus memimpin keluarganya untuk selalu melakukan persekutuan dalam merenungkan Firman Tuhan dan dalam ibadah doa bersama.Firman Tuhan menjadi pedoman hidup dan kendali hidup keluarga.

2. MELAKUKAN FIRMAN TUHAN

Dalam kitab Yakobus 1:22 mengatakan bahwa orang percaya kepada Tuhan Yesus haruslah melakukan Firman tersebut dan bukan hanya mendengarnya saja.Karena jika hanya pendengar dan bukan menjadi pelaku Firman maka menipu dirinya sendiri. Keluarga Kristen dikatakan berbahagia bila mereka telah melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Ada 2 hal penerapan Firman Tuhan ini, yaitu: 1. Secara VERTIKAL, yaitu hubungan dengan Tuhan.Bagaimana keluarga Kristen itu bertanggung jawab memenuhi panggilanya kepada Tuhan melalui penyembahan mereka,apakah sudah rajin beribadah tiap minggunya (menghormati dan menguduskan hari SABAT),memberikan seluruh hidupnya kepada Tuhan (Roma 12:1) dengan cara hidup benar dihadapan Tuhan dan melayani Tuhan sesuai karunia yang Tuhan berikan dimana keluarga itu dipanggil.(Gereja lokal),serta selalu memberikan persepuluhan kepada Tuhan.
2.Secara HORISONTAL, yaitu hubungan dengan sesama.
Kasih itu indah jika diterapkan, bukan hanya dikatakan. Jika keluarga Kristen saling mengasihi antar anggota keluarga,suami mengasihi istri,istri mengasihi suami dan anak-anak juga saling mengasihi maka akan terciptalah keluarga yang bahagia, demikian pula jika keluarga ini juga mengasihi keluarga yang lain dimasyarakat,tanpa memandang ras,suku,agama dan golongan maka kehidupan mereka akan menjadi kesaksian yang indah ditengah-tengah masyarakat dimana mereka tinggal.Kasih itu juga dipraktekan dengan cara mau menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan,rela memberi saat orang lain menderita kekurangan,hal itu seharusnya menjadi ciri khas keluarga Kristen.

3.MEMBAWA PERSOALAN DALAM RUMAH TANGGA KEPADA TUHAN

Semua keluarga mempunya persoalanya sendiri-sendiri, entah itu masalah ekonomi,masalah anak,perbedaan pendapat dan masih banyak lagi masalah yang lain. Demikian juga keluarga Kristen tak lepas dari masalah walaupun sudah percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Namun keluarga kristen haruslah mempunyai PARADIGMA atau pandangan yang sehat terhadap masalah, bahwa masalah itu bukan dari Allah karena Allah tidak pernah mencobai manusia.(Yakobus 1:13).Setiap masalah dan persoalan ada jalan keluarnya karena keluarga Kristen sudah memiliki Tuhan Yesus sebagai jawaban atas semua persoalan.
Sangatlah ironis dan menyedihkan bila ada pasangan Kristen yang telah dipersatukan Allah dalam pernikahan, akhirnya memutuskan untuk berpisah atau bercerai dengan alasan ketidak cocokan,ketidak harmosnisan,bahkan masalah sepele. Semua persoalan yang dihadapi keluarga Kristen tidak akan meledak dan menjadikan perpisahan jikalau kedua belah pihak mau menyerahkan persoalan tersebut kepada Tuhan melalui doa(Yeremia 17:7).Bersambung....................